Trik Mudah untuk Terbang Murah (Tanpa Promo!)

IMG_4311.JPG

Bagi banyak traveler, terbang menggunakan pesawat sudah menjadi pilihan nomor satu untuk melakukan perjalanan. Selain lebih nyaman, menggunakan pesawat juga lebih efisien untuk waktu perjalanan. Apalagi jika melancong ke tempat jauh seperti ke luar negeri. Tetapi, meskipun paling nyaman, terbang menggunakan pesawat bagi sebagian orang justru bisa jadi some kind of nightmare. Di samping takut ketinggian, ada juga yang 'takut' bayar mahal dan 'takut' ribet untuk pesan tiketnya.

Di tahun ini, saya bersyukur bisa dapat kesempatan untuk terbang ke luar negeri lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekali untuk urusan pekerjaan, dua kali untuk liburan. Tiap tahun, keluarga saya memang hobi meluangkan waktu minimal sekali untuk trip ke luar negeri. Seringkali teman-teman saya bertanya, mengapa saya dan keluarga mudah sekali merogoh kocek untuk terbang ke luar negeri. Jawabannya simpel, kami sudah biasa terbang murah.

Pertanyaannya, gimana bisa? Mendapatkan tiket pesawat murah memang agak tricky, apalagi jika tanpa embel-embel promo. Soalnya fluktuasi harga seringkali nggak terduga. Tapi, itu nggak menjadikan tiket murah tanpa promo mustahil didapatkan. Dari pengalaman berburu tiket murah untuk beberapa perjalanan saya ke luar negeri, saya kepingin berbagi sejumlah trik mudah untuk bisa terbang murah...

  Salah satu triknya nggak termasuk menerbangkan pesawatnya sendiri, kok :-P  

Salah satu triknya nggak termasuk menerbangkan pesawatnya sendiri, kok :-P 

Harus fleksibel

Catatan penting jika ingin sukses mendapatkan tiket pesawat murah: harus bisa fleksibel, baik untuk destinasi atau jadwal terbangnya. Ini demi fokus mendapatkan tiket sesuai budget. Karena seringkali tiket pesawat murah itu jadwal terbang dan rutenya random. Jadi kita cenderung dapat kesempatan terbang ke destinasi yang off-season (lagi nggak begitu mainstream di musim/bulan tertentu) atau terbang di hari yang bukan tanggal merah atau hari libur.

Mode rahasia

Saat mencari tiket murah di internet, selalu gunakan mode rahasia/penyamaran (private/incognito). Ini untuk menghindari lonjakan harga saat browsing di beberapa situs yang berbeda. Situs-situs pemesanan tiket memang menggunakan history atau cookies browser para pengunjung situs untuk melihat pola browsing-nya. Jika pengunjung kedapatan sempat melirik situs lain, situs yang sedang diakses itu bakalan menaikkan harga tiketnya. Ini supaya calon pembeli jadi takut harganya bakal naik lagi dan akhirnya membeli di situs tersebut.

Minimal 3 bulan

Saya seringkali mendapat harga tiket (yang menurut saya) terbaik jika memesan minimal tiga bulan sebelum keberangkatan. Saya juga pernah mendapat harga yang jauh lebih murah dari harga normal saat pesan enam bulan sebelum terbang. Intinya adalah sebaiknya pesan dari jauh-jauh hari jika ingin mendapatkan harga tiket sesuai budget. Patokan saya biasanya minimal tiga bulan.

rsz_18812230_136220866929879_5197943939025338368_n.jpg

Waktu dan destinasi yang tepat

Harga tiket untuk jadwal terbang weekdays biasanya lebih murah ketimbang akhir pekan. Banyak situs perjalanan yang menyarankan untuk pilih jadwal terbang Rabu, antara dini hari atau malam hari. Untuk destinasi murah, cek negara-negara yang sedang off-season. Semisal, hindari terbang ke Jepang saat musim semi dan gugur, karena di musim-musim itu wisatawan cenderung membeludak, jadi tiket lebih mahal. Atau ke Amerika saat Thanksgiving, ke India saat Diwali (termasuk pada hari raya umat agama mayoritas di negara tujuan).

Penerbangan transit

Banyak traveler (biasanya yang nggak fleksibel) memilih penerbangan langsung karena kepingin langsung sampai di destinasi tujuan, tanpa harus bosan nunggu dan mampir di negara lain. Padahal, memilih penerbangan transit bisa menghemat anggaran tiket hingga ratusan ribu rupiah, lho. Kalau saya justru senang banget ambil penerbangan transit. Supaya nggak bosan saat long layover, saya punya beberapa tips untuk mengatasinya.

rajin Monitor harga

Buat traveler yang punya dream destinations tertentu atau jadwal terbang pilihan, yang kayak begini bakal sangat membantu. Selagi ngumpulin duit, kita harus terus pantau naik-turun harga tiket ke destinasi impian, sampai sekiranya pas dengan isi kantong. Udah banyak agen perjalanan online yang menawarkan jasa untuk monitor harga tiket pesawat. Tapi, bagi saya, lebih mudah lagi jika menggunakan aplikasi khusus di ponsel. In my case, it's the smart and helpful as ever Traveloka.

IMG_4385.JPG

Saya memang selalu menggunakan Traveloka untuk urusan pesan tiket pesawat, terutama untuk cari yang harganya murah. Sebelum pesan, saya sering mengandalkan fitur Price Alert, alias Notifikasi Harga. Penting buat saya untuk memantau kapan harga turun saat cari tiket pesawat murah ke destinasi yang saya mau, karena saya jadi bisa tahu kapan harus membeli tiket. Price Alert bisa memberikan pengingat harga tiket pesawat setiap hari atau setiap minggu di ponsel. Dijamin nggak bakal kelewatan, deh, kalau harga turun.

IMG_4386.JPG

Untuk sekarang, saya lagi getol mencari tiket pesawat murah untuk terbang ke Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Soalnya, New York, Barcelona, dan Santorini udah lama jadi dream destinations saya. Jadilah saya menggunakan Price Alert untuk terus memantau harga tiket pesawat ke sana. Sebelumnya, saya sudah pernah sukses dapat tiket pesawat murah untuk terbang ke Jepang, dan beberapa negara lain dengan bantuan Price Alert-nya Traveloka. Sekarang saya kepingin mencari peruntungan untuk penerbangan yang lebih jauh!

Saya juga seringkali have no clue soal kapan harus berangkat atau pulang, mengingat saya hanya fokus mencari tiket murah. Beruntung ada opsi Flexible Dates untuk pemburu-pemburu tiket murah seperti saya. Tinggal masukkan rencana durasi perjalanan yang diinginkan dan tanggal perjalanan yang kapan sekiranya Anda bisa melakukan perjalanan. Price Alert bakal langsung ngasih rekomendasi tanggal terbang yang harga tiketnya cukup murah.

Kalau pakai Traveloka, meski sibuk kerja, saya nggak perlu capek-capek lagi pantau harga. Apalagi dipantengin sampai harganya pas dengan budget saya. This is where Traveloka handles all the hard work for me. Saya hanya perlu memasukkan total budget yang saya inginkan dan Price Alert bakal jadi asisten saya untuk ngasih tahu kapan harga tiket sudah sesuai dengan isi kantong saya. Ini yang bikin usaha saya untuk cari tiket pesawat murah terasa effortless.

Nanti jika sudah menemukan harga tiket yang cocok, tinggal pesan langsung lewat Traveloka. Enaknya lagi, nggak cuma beli tiket pesawat, saya juga bisa sekalian booking penginapan pakai fitur International Hotels. Bahkan, dengan Traveloka saya bisa pesan tiket masuk objek wisata atau atraksi di negara-negara tertentu, sampai hal-hal kecil kayak paket data internasional. Traveloka nggak hanya bantu cari harga tiket pesawat murah, tapi juga bantu memudahkan untuk pesan hal-hal lain yang berhubungan dengan perjalanan saya ke luar negeri.

IMG_4387.JPG

Cari tiket pesawat murah itu tricky, tapi kalau udah tahu triknya, bakalan dapat aja. Apalagi kalau dibantu aplikasi yang super helpful kayak Traveloka. Yang harus diingat dari berburu tiket pesawat murah adalah jangan mudah tergiur dan jangan hanya fokus untuk mencari harga tiket yang paling murah. Lebih baik fokus untuk mencari harga tiket di bawah rata-rata harga pada umumnya.


This post is a submission for a blog competition by Traveloka, under the theme '#JadiBisa'. The opinion written is genuinely mine.