Everything I'm Currently Watching on Netflix

Everything I'm Currently Watching on Netflix

It’s time to wave goodbye to the good ol’ LK21…

Di awal Januari ini saya memperbarui subscription di Netflix karena tergoda dengan koleksi tontonannya yang makin menarik dan lengkap. Turns out keputusan saya untuk kembali ke Netflix adalah hal yang tepat, sebab saya jadi punya banyak tontonan menarik! Sebelumnya saya kalau binge-watching memang selalu via online streaming, tapi lewat jalur mainstream yang gratis seperti SubsMovies atau LayarKaca21 (yang suka streaming gratis mana, nih, suaranya?). Saya akhirnya beralih ke provider yang berbayar karena seringkali dibuat kesal dengan kualitas streaming yang payah (nggak ada subtitle English yang cocok, nggak full HD, dll). Yah, namanya juga gratis, ya?

Saya juga sebenarnya udah mencoba berbagai provider online streaming yang populer di Indonesia selain Netflix. Yang saya ingat, tuh, HOOQ dan iFlix. Tentunya saya nggak mencoba provider-provider yang lebih condong ke K-Drama atau drama Asia lainnya karena memang nggak suka. Tapi dari antara tiga provider tersebut, hanya Netflix yang cocok dengan preferensi saya. Kayaknya terakhir kali saya subscribe Netflix itu tahun lalu. Now, here’s what I’m currently watching…

13rw_206_02611r.jpg

13 Reasons Why

Saya sebenarnya sudah sempat meninggalkan series ini karena mengira hanya sampai satu season. Saya pikir ending pada season satu benar-benar akhir ceritanya, meski memang agak gantung. Tapi ternyata masih ada lanjutannya di season dua, yang bahkan semakin membuat saya penasaran dengan keseluruhan cerita! Berbeda dengan season pertama yang mengambil angle cerita kaset rekaman Hannah, di season kedua yang dibahas adalah foto polaroid. Sampai sekarang saya masih belum tahu jawaban di balik misteri foto-foto itu.

Image credit: IndieWire

imgmadam-secretary.jpg

Madam Secretary

Sebelumnya saya sudah pernah menyebut serial ini di sini, and now I’m on season three! As expected, cerita drama perpolitikannya semakin seru dan yang saya paling suka dari season ini adalah angle ceritanya yang lebih banyak mengambil dari sisi keluarga Menteri Luar Negeri Elizabeth McCord. Keluarganya benar-benar family goals, somehow, meski bukan some kind of ordinary family. Di awal season ini saya sempat excited karena mengira Elizabeth bakal mencalonkan diri atau ditunjuk sebagai presiden. Tahunya nggak, hehe (nggak, kok, saya nggak bakal jadi spoiler).

Image credit: ibtimes.co.in

marie-kondo-marie-lida-tidying-up-with-marie-kondo.jpg

Tidying Up With Marie Kondo

Saya sudah pernah cerita soal ini di sini. Dan, yes, serial ini life-changing banget buat saya. Nggak nyesel sempat iseng binge-watching dan akhirnya jadi keracun untuk mengikuti KonMari Method-nya. Overall, series ini menarik dan mind-opening karena mengambil perspektif dari berbagai individu yang memiliki masalah dengan home organization. Dari keluarga yang punya anak kecil, pasangan gay, janda yang lagi berduka, sampai pasangan yang expecting a baby.

Image credit: realityblurred.com

4ce7bd2d-6e7b-4351-b41a-8026adad96c9.jpg

Friends

Udah tahulah, ya, kalau sitkom ini buat saya paling nggak ada matinya. Saya menemukan ini di Netflix dan jadi suka pick a random episode lalu relive the funny memories of watching this sitcom. Terutama kalau lagi bosan dengan tontonan-tontonan yang saya sebutkan sebelumnya, atau lagi sekadar bad mood. Karena sitkom ini benar-benar mood booster saya!

Image credit: moviefone.com

Featured image credit: Jens Mahnke from Pexels


Sign-up to my bi-weekly newsletter (coming soon!) here, or follow me via Bloglovin here. Get your free 2019 printable calendar here!