Useful Tips for Traveling with Elderly Parents

Useful Tips for Traveling with Elderly Parents

One thing that I've learned from traveling with my family: it never gets old.

Sesukanya saya dengan solo trip dan jalan-jalan bareng teman-teman, nothing beats the special bonding experience with my family. Saya dan keluarga terbilang cukup sering melakukan family vacation—paling nggak setahun sekali atau tiap kesempatan liburan panjang. Bahkan sampai saya dan adik saya sudah bekerja, meaning semakin sulit atur jadwal ngumpulnya, saya dan keluarga masih meneruskan tradisi tersebut. Dari banyak perjalanan kami, banyak ups and downs juga tentunya. Tapi karena dihadapi bersama keluarga, semua jadi pengalaman yang seru aja. Makanya saya selalu excited kalau lagi planning our next family trip.

Saya punya beberapa tips yang bisa diikuti jika ada rencana untuk bepergian dengan elderly parents atau anggota keluarga yang sudah lansia. Planning family vacations for years has made me mastering the art of traveling with parents. Orangtua saya belum lansia, sih, tapi planning saya terbukti cocok dengan nenek dan om saya yang sudah berusia lanjut dan pernah trip bareng. Melakukan perjalanan dengan orangtua—apalagi yang sudah lansia—memang susah-susah gampang. Maksudnya, mesti rela sedikit rempong di awal, supaya mudah dan nggak ribet pada akhirnya. In the end, tujuannya adalah agar semuanya bisa menikmati perjalanan. So, here are the tips to travel with elderly parents as an adult…

MFBF4331[1].JPG

How to Travel with Elderly Parents

Stay near the tourist attractions. Both of my parents are actually fast walkers—as me and my brother too—but I could tell they hate it every time we go for long or fast walks. Daripada membuang tenaga mereka dan membuat mereka kurang menikmati perjalanan, lebih baik be efficient dengan memilih akomodasi yang dekat dari destinasi-destinasi wisata yang ingin dikunjungi. Atau seenggaknya dekat dari transportasi umum, seperti kereta, tram, subways, bus, dan lainnya. Jadi nggak perlu banyak jalan, terlebih jika harus menyeret koper, menggotong banyak bawaan, atau jalan ke banyak tempat nantinya.

Don’t push on too many activities. Pastinya lebih seru dan memuaskan, ya, kalau bisa melakukan banyak hal selama trip. Apalagi kalau destinasi yang dituju cukup jauh atau memakan ongkos. Rasanya jadi kepingin sekalian mengeksplor dan mencoba semuanya. But your parents aren't as young as they used to be. Ada saja keterbatasan fisik yang menghambat pergerakan mereka di usianya yang sekarang. So consider to go slow. Orangtua saya sampai sekarang masih kuat saja kalau bepergian seharian, tapi kalau memang kegiatannya nggak terlalu banyak. Biasanya kalau trip gitu, saya membatasi maksimal empat aktivitas dalam sehari (sudah termasuk makan siang dan makan malam di luar).

Bring enough water. Juga camilan! Jangan sampai mereka cranky sepanjang perjalanan gara-gara kurang minum atau kelaparan. Apalagi jika mereka sudah bisa dibilang lansia—seringkali lebih cepat lelah dan lapar. Ayah saya yang punya masalah pengapuran tulang paling nggak bisa kekurangan minum, makanya harus selalu siap sedia air mineral. Ibu saya pun fisiknya nggak kuat kalau terlambat makan, jadi mesti nyetok camilan di tas. Pokoknya jangan sampai kebutuhan fisik mereka dinomorduakan, sebab itu dapat menghambat perjalanan juga.

Consider what they would like to do. Tiap kali mau liburan dengan keluarga, yang selalu saya lakukan ketika planning perjalanan adalah membagikan dan menjelaskan detail trip itinerary ke orangtua. Bakal jalan ke mana, ngapain aja, pergi naik apa, serta makan dan minum apa, lalu minta pendapat mereka: tertarik atau nggak? Selain itu, saya juga biasanya minta mereka untuk research sendiri soal hal-hal menarik yang mereka ingin coba atau lihat ketika trip nanti. Setelah itu baru rekomendasi-rekomendasi mereka disesuaikan dalam itinerary. Mengetahui hal-hal yang mereka inginkan itu penting agar kita tahu apa yang membuat mereka tertarik dan enjoy dalam perjalanan ini.

Do your research about their health issues. If your parents have physical or medical issues, then it's important to know what they are. Punya orangtua yang alergi makanan laut tentunya akan membuat saya mencoret restoran atau kedai seafood dari itinerary. Atau orangtua yang punya masalah pengapuran tulang pada kaki tentunya akan membuat saya menghindari aktivitas yang terlalu membebani kaki. It would be very useful to know them all if they might become an issue on the trip.

Make everything enjoyable for everyone. Pada intinya, semua harus bisa bersenang-senang. Karena itu, penting untuk melibatkan orangtua dalam perencanaan perjalanan. Dengan demikian, perjalanan akan semakin bisa dinikmati. Jangan lupa untuk ngobrol soal apa yang kamu inginkan dan apa yang mereka inginkan dalam perjalanan. Orangtua saya paling senang mengunjungi taman dan ngelihat bangunan atau landmarks, but I always find parks lame. Sebaliknya, saya dan adik saya suka mengunjungi museum dan wisata kuliner, things that my dad always find boring. Hal-hal begitulah yang bisa dari awal dicari jalan tengahnya supaya semua sama-sama bisa enjoy.

WHFT6301[1].JPG

Sign-up to my bi-weekly newsletter (coming soon!) here, or follow me via Bloglovin here. Get your free 2019 printable calendar here!