How I Came Up with My Blog Name & Tips for Choosing Yours

How I Came Up with My Blog Name & Tips for Choosing Yours

So you think choosing a niche is the worst part? Try naming your blog.

Setelah ngomongin soal memilih niche untuk blog di tulisan sebelumnya, now let’s have a seat and a nice chit-chat on how to pick the best name for your blog. Sebelumnya, saya sudah bercerita soal awal mula blog saya yang bernama By Ruthie ini. The blog itself was started back in 2009, previously as a personal online journal called My Story So Far, sebelum kemudian sempat berganti nama menjadi Ruthvcp—short for my full name. Maksud di balik pemberian nama itu adalah sebagai upaya self-branding, jadi pakai nama pribadi. Tapi lama-kelamaan, saya merasa nama Ruthvcp kurang merepresentasikan kepribadian blog ini sebagai wadah berbagi personal stories and (hopefully) useful, inspiring contents.

Setelah brainstorm dan research sana-sini, saya kemudian mencetuskan nama By Ruthie. Nggak, “Ruthie” bukan nama panggilan saya yang sebenarnya, tapi beberapa teman dekat ada yang suka iseng memanggil saya demikian. Kalau ditanya maknanya, menurut saya “By Ruthie” itu seperti catatan salam yang dibubuhkan pada akhir tulisan personal—surat, misalnya. Kayak, “Love, Ruthie” atau “By, Ruthie”. Dengan nama By Ruthie, saya ingin agar tulisan-tulisan di blog ini selalu terasa personal dan dekat dengan pembaca, di samping memberikan manfaat dan inspirasi. And besides, I just thought that By Ruthie sounds lovely, dan tentunya lebih mudah disebut ketimbang “Ruthvcp” (LOL, I know).

Bagi saya, butuh perjalanan panjang untuk menemukan nama blog yang sesuai. Kayaknya perlu effort besar banget, ya. Tapi karena nama blog menurut saya merupakan bagian dari jati diri blog tersebut, ya jadi butuh dipikirkan matang-matang namanya. Ibarat memberi nama untuk anak sendiri saja, tentu perlu dipersiapkan dan dipikirkan baik-baik, kan? Selain itu, memilih nama blog juga dapat berpengaruh pada branding blog tersebut nantinya. Baik karena itu berkaitan dengan jati diri blog, maupun dengan keberadaan blog di dunia maya—talk about SEO level. Alasan-alasan itulah yang membuat nama blog itu sangat penting. Lalu, bagaimana cara menemukan nama yang cocok?

choosing blog name, by ruthie.jpeg

Before You Pick a Name…

Pertimbangkan tema blog. Yes, nama blog itu sebenarnya masih ada hubungannya dengan tema blog, lho. Misalnya, mau bikin blog bertema travel. Kamu bisa memilih nama dengan kata kunci bertema serupa—“perjalanan” atau “journey”, misalnya (contoh: Her Journeys).

Pertimbangkan target pembaca. If you’re having a beauty blog and would love to have female readers for your audience, mungkin bisa mempertimbangkan pilihan kata yang feminin untuk nama blog. Ini agar pembaca bisa lebih tertarik untuk berkunjung and feel like they belong there whenever they visit the blog!

Pertimbangkan gaya penulisan. Biasanya blog-blog yang memang memiliki gaya penulisan kasual dan santai, cocok untuk diberi nama yang bersifat unik, fun, atau personal (contoh: Hot Chocolate and Mint). Beberapa blog yang menggunakan nama penulis sebagai namanya biasanya memiliki gaya pendekatan yang personal namun formal (contoh: Olivia Lazuardy)—meski sebenarnya nggak selalu demikian. Mungkin karena penggunaan nama penulis identik dengan self-branding, jadi terkadang gaya menulisnya dianggap agak jaga image.

Pertimbangkan nasib jangka panjang blog. Ask yourself: kalau nanti blogmu sukses (can I get a loud amen?), apakah nama yang dipilih itu akan relevan dan tetap digunakan? Saya memulai blog ini dengan nama yang sekarang menurut saya kekanakan dan berakhir menggantinya—which I’m sure a lot of you had also done that in the past. Jadi, pertimbangkan brand seperti apa yang mau dibangun lewat blogmu. Are you ready to pick a name?

Image credit: rawpixel.com from Pexels

Tips for Choosing a Blog Name

Mulai dari kata kunci. Come up with relevant keywords: “beauty”, “journey”, “mama”, “jurnal”… apapun itu. Pilih kata-kata kunci yang berangkat dari pertimbangan-pertimbangan yang sudah disebutkan sebelumnya, lalu rangkai menjadi nama blog yang sekiranya cocok. Memilih kata kunci yang tepat sehingga nama sesuai dengan tema blog akan bisa memperbagus SEO, lho.

Pastikan mudah diingat. Semakin pendek nama blog akan semakin bagus (contoh: Lucedale), karena jadi mudah diingat. Tapi kalau punya ide nama yang panjang, maksimal tiga kata cukup (contoh: A Model Recommends). Selain itu, pastikan juga nama blog mudah dieja atau disebutkan (jangan mencontoh nama Ruthvcp, ya!).

Pilih nama yang unik. Lagi-lagi supaya mudah diingat, sounds catchy aja. Triknya bisa dengan memadukan dua kata menjadi sebuah kata baru (contoh: Shitlicious). Kata-kata yang dipakai tentunya yang relevan dengan blog. Pokoknya bayangkan kalau nama blog adalah nama brand.

Buka kamus atau tesaurus. Kalau nama dengan kata kunci “cantik” agak terdengar membosankan untuk blog kecantikanmu, mungkin bisa mencoba untuk pilih sinonim dari kata tersebut. Atau mencari tahu kata “cantik” dalam bahasa lain.

Gunakan name generators. Sulit cari nama blog yang cocok dan nggak pasaran, tapi malas kalau harus ribet bikinnya? Di Google banyak banget yang namanya name generators—semacam tool pembuat nama yang bisa digunakan untuk nama website, blog, bahkan brand start-up. Tinggal masukkan keywords pilihan dan tool tersebut akan meracik nama-nama yang bisa dipilih. Name generators rekomendasi saya adalah NameMesh dan Wordoid.

Pastikan bisa jadi domain. Ini juga penting! Jangan sampai udah capek-capek cari atau bikin nama, ujung-ujungnya dikecewakan oleh tidak tersedianya domain untuk nama tersebut. Saya biasanya cek availability nama untuk domain di NameCheckr.


What do you think about choosing a blog name?

Sign-up to my bi-weekly newsletter (coming soon!) here, or follow me via Bloglovin here.