The Healthy Habits I've Been Enjoying

The Healthy Habits I've Been Enjoying

Akhirnya memasuki penghujung tahun, waktu yang tepat untuk mempersiapkan ritual “new year, new me”…

Punya ibu yang berprofesi sebagai dokter membuat saya tidak asing dengan gaya hidup serba sehat. Yang namanya makan harus ada lauk sayuran dan sarapan harus minum jus buah udah jadi kebiasaan keluarga sejak saya masih kecil. Tapi kalau ditanya soal kebiasaan hidup sehat pribadi, saya punya list tersendiri yang sedang saya tekuni.

Menurut saya, untuk hidup sehat, tiap orang harus punya kebiasaan atau gaya hidup versinya sendiri. Sebab healthy habits itu nggak selalu enak: pingin bisa hidup plant-based, tapi masih suka nggak tahan kalau lihat sajian daging. Kepingin rehat dari kesibukan, tapi daftar kerjaan jadi menumpuk. Jadi kalau mau hidup sehat itu nggak bisa asal ikut tren, it should be from you.

And talking about my healthy habits, saya akhir-akhir ini sedang mencoba beberapa hal yang turns out sangat menyenangkan untuk dipraktikkan. Berhubung sudah mendekati tahun yang baru, a fresh start for pretty much everyone else, saya punya beberapa kebiasaan hidup sehat yang akhir-akhir ini saya senangi dan mungkin bisa kamu coba juga. Plus, little tips on how to enjoy it...

MUBV4503[1].JPG

The Healthy Habits I’ve Been Enjoying

Applying facial sunscreen. Kalau sudah baca tulisan saya yang ini, pasti sudah nggak heran kalau saya jadi kepingin rajin pakai sunscreen di wajah. Tentunya biar wajah kinclong seperti cewek-cewek Korea. Awalnya agak tricky mencari tabir surya wajah yang cocok karena nggak mau yang bikin wajah jadi terlihat greasy dan flashback. Tapi setelah ketemu yang cocok, saya sekarang jadi rajin pakai. Efeknya belum begitu kelihatan, sih, tapi yang jelas saya jadi lebih pede aja kalau kena sinar matahari.

Doing phone detox. Setelah mulai mencoba social media detox seperti yang pernah saya ceritakan di sini, saya malah jadi keranjingan dan kemudian menantang diri untuk melakukan yang lebih lagi: a phone detox. Awalnya ngebayangin, “bisa nggak, ya, lepas handphone seharian gitu?”. Tapi karena sudah membiasakan diri untuk meninggalkan ponsel saat social media detox, ternyata sanggup aja, LOL! I’m actually impressed with myself! Biasanya saya melakukan ini di hari-hari senggang seperti weekends atau hari-hari libur. Hasil yang dirasakan nggak beda jauh dari social media detox, tapi kalau phone detox rasanya jauh lebih refreshed, lho.

Adding oil to skincare routine. Sudah cek tulisan saya yang ini? Face oil memang lagi jadi a big game-changer for my skincare routine—and for my skin itself! Saya makin termotivasi untuk rajin pakai face oil setelah tante saya yang sedang berkunjung ke rumah melihat saya menggunakannya dan bilang, “Pantes kulitmu kelihatan lebih bagus dan glowing, ternyata pakai begituan, ya?”. Serius, sejak itu saya jadi makin getol pakainya.

Snacking on fruits. Ini sebenarnya thanks to my weight-gaining program. Saya akhir-akhir ini memang lagi rajin memperbanyak ngemil demi menaikkan berat badan. Tapi saya lebih picky untuk cemilan-cemilan saya dan mencoba untuk selalu memilih cemilan sehat. And that includes fruits. Entah itu dimakan begitu saja, dijadikan topping atau pelengkap oatmeal, atau diolah jadi sajian cemilan lain. Pokoknya supaya kebiasaan makan buah-buahan itu jadi hal yang menyenangkan buat saya.

Keeping everything simple. Seperti yang pernah saya katakan di tulisan ini, fokus merawat kulit jadi membuat saya lebih simpel dalam hal riasan. Sometimes I feel like I can just live with a concealer, a brow pen, and a lipstick. And there are so many good things come from keeping everything to a minimum: kulit saya jadi bisa lebih bernapas dan waktu saya untuk bersiap keluar rumah jadi lebih singkat, misalnya. Saya juga jadi nggak perlu keluar banyak uang lagi untuk makeup karena saya cenderung hanya restock tiga produk yang sudah disebutkan. Kulit jadi lebih baik, nggak boros uang dan makeup… No wonder I’ve been enjoying this habit!

Saying no. Di sini saya sudah pernah bercerita betapa workaholic-nya saya kalau soal pekerjaan, tugas, dan tanggung jawab, and how I was a yes-man (or yes-woman? I don’t know…). Paling nggak bisa bilang “nggak” untuk urusan tanggung jawab karena merasa bisa menyanggupi apapun. But that’s not right—and more importantly: not healthy. Jadi saya tengah belajar untuk berkata “tidak” dan lebih bertanggungjawab untuk kesehatan saya.

EUPH1222[1].JPG

How to Really Enjoy Healthy Habits

Mulai dari yang termudah untuk dilakukan. Seriously, hidup sehat itu seharusnya nggak ribet asal ada kemauan untuk menjalaninya. Karena itu, mulailah dari yang mudah diimplementasikan oleh diri sendiri: rajin minum air mineral, misalnya. Kalau sudah bisa membiasakan diri dengan yang mudah, then you can just level it up by trying other things.

Pilih hal yang memang disukai. Listen: you don’t have to drink kale if you don’t really like it! Or follow any lame healthy trends for goodness’ sake! Dengan menekuni kebiasaan-kebiasaan yang memang disukai, kamu jadi lebih bisa berkomitmen dan menikmatinya. Kalau memang lebih suka makan buah ketimbang sayuran, then opt for what you really love.

Pastikan hasil positifnya bisa dinikmati. Saya tentunya tidak akan mau untuk bersusah payah dan dibuat gregetan oleh phone detox jika hasilnya tidak benar-benar saya nikmati. Bahkan meski belum begitu melihat efeknya di kulit, saya tetap senang memakai sunscreen di wajah simply karena saya jadi lebih percaya diri untuk go out and be under the sunny sky. So make sure you really enjoy it!


Do you have any healthy habits that you really enjoy to do until today?

Sign-up to my bi-weekly newsletter (coming soon!) here, or follow me via Bloglovin here.