Getting Organized in 2019 & How to Stay That Way

Getting Organized in 2019 & How to Stay That Way

Awal tahun ini masih belum punya target atau resolusi? How about getting (or staying) organized?

Sejujurnya tulisan kali ini terinspirasi dari kehidupan saya di tahun lalu. I’m so thankful that I had a rather slow year after resigning from my previous job dan saya jadi punya banyak waktu untuk menata hidup. Bahkan, kalau boleh dibilang, 2018 adalah tahun life organization buat saya. Dari menata ulang rumah, mengatur kebutuhan hidup dan finansial, sampai mencoba detox dan decluttering—just slowly sorting out my life in general. Ternyata, selain hidup saya jadi lebih organized, semuanya itu seru banget dan membawa dampak baik buat kesehatan jiwa saya.

Tapi perjalanannya juga nggak mudah. Tentu saja, namanya juga membereskan hal-hal yang selama ini saya abaikan begitu saja—sebut saja sejak sibuk kuliah atau bekerja jadi jurnalis. Banyak sekali hal yang harus dibereskan—rasanya kayak menekan tombol reset karena harus menata ulang semuanya dari awal. Namun, 2018 memberikan saya waktu yang panjang untuk belajar lebih mindful dalam hidup. And yes, it could take a year and a hard work to organize your life, but it will only take a few days to return to the bad habits. Itu sebabnya saya ingin membagikan beberapa tips untuk being organized di tahun ini and remain organized sampai ke tahun-tahun berikutnya!

pexels-photo-1030930.jpeg

Before You Start...

Create your own definition of being organized. Sebelum buru-buru nyontek ilmu life organization dari yang sudah ahli, penting untuk terlebih dahulu reflect to yourself on what “organization” means to you. Seperti apa menjadi orang yang “rapi” menurutmu? Apakah prioritasnya sekadar bisa menjalani hidup secara efisien atau yang juga bisa membuat sesuatu enak dilihat?

Find motivations. Apa yang membuatmu ingin menata hidupmu? Hal-hal yang mengganggu seperti meja kerja yang berantakan, atau kepala yang selalu lupa akan banyak hal? Keinginan untuk membuat rumah lebih enak dilihat? Lalu, kita ingin dan mampu melakukan yang seperti apa: mengerjakan yang mudah dulu atau langsung pada hal yang kompleks? Intinya kita harus tahu motivasi di balik niat untuk being organized ini, supaya lebih bergairah dan konsisten dalam menerapkannya.

Set goals. Kalau sudah menemukan prioritas dan motivasi dalam menata hidup, saatnya menentukan target. Apa yang ingin dibereskan atau ditata dalam hidupmu? Rumah, pekerjaan, finansial, atau life in general? Pasang target yang jelas dan spesifik untuk hal-hal yang ingin dicapai. Lumayan untuk dijadikan resolusi tahun ini. Mumpung masih awal tahun, nih!

pexels-photo-1030935.jpeg

How to Get Organized

Start with something manageable. Iya, semudah itu. Seringkali kita malas untuk membereskan sesuatu karena merasa nggak punya waktu untuk hal tersebut. Atau jiper duluan karena merasa tenaga bakal terkuras banget oleh hal itu. But just five minutes sorting out that drawer wouldn’t hurt, right? Ini yang kerap saya bilang ke diri kalau rasa malas menyerang. Sepakat aja sama diri sendiri, “lima menit, deh, gue beresin ini sebentar”, lalu lakukan. Nggak terdengar memberatkan, kan? Ujung-ujungnya kadang bisa melebihi waktu yang sudah disebut. But, hey, at least I completed the job dan hasilnya memuaskan karena laci saya sudah rapi.

Clear the floor. Menurut saya, ini harus jadi prioritas in organizing your space. Tiap kali membereskan sebuah ruangan atau area, pasti hal pertama yang saya lakukan adalah mengosongkan lantai. Saya paling benci ngeliat barang-barang menumpuk atau tergeletak di lantai. Soalnya itu jadi membatasi gerak dan pemandangan. Coba, deh, gimana bisa dibereskan kalau ruang geraknya sempit sehingga jalan sedikit kaki langsung tersandung? Jadi kalau mau merapikan area tertentu, make sure lantai tidak dipenuhi barang-barang dulu. Nantinya kalau malas menaruh barang tertentu pada tempatnya, lebih baik letakkan sementara di atas meja atau kursi, dan jangan tumpuk begitu saja di lantai.

Sort and get sh*t out. Semakin banyak barang yang kita punya, semakin banyak juga hal yang harus dibereskan. So sort everything out and get rid of the things you don’t want. Pastinya ada saja hal-hal di dalam lemari, di atas rak, di dalam laci, di atas meja, di akun Instagram, di dalam kotak masuk e-mail, atau di manapun yang sudah nggak relevan lagi dengan preferensi dan kebutuhanmu. Mungkin pikirmu, “ya udah, sih, nggak begitu ganggu gue juga”. Tapi terpikir nggak kalau hal-hal ‘kecil’ tersebut adalah bagian dari tumpukan atau kumpulan besar yang nantinya akan membuat hidupmu makin semrawut. So, yes, get them sh^t out of your life.

List everything down. Lagi-lagi menurut saya, ide atau gagasan yang dituliskan itu akan membuat kepala lebih jernih dalam berpikir. Jadi kalau ingin membereskan sesuatu dalam hidupmu, better write or list the plan down first. Ibarat pasukan yang pasang strategi dulu sebelum berperang, kita pun harus tahu apa yang ingin dilakukan dan dicapai sebelum membereskan sesuatu. Kalau saya sukanya membuat daily to-do list, isinya hal-hal yang ingin saya lakukan dalam sehari—termasuk membereskan sesuatu. Kalau waktunya nggak begitu banyak, saya biasanya pasang hal yang mudah (misalnya: membereskan meja di kamar). Kalau waktunya banyak, bisa untuk hal yang lebih kompleks.

pexels-photo-1030920.jpeg

Tips on Staying Organized

Put things away, right away. Ini hal paling penting yang harus dilakukan dan ditanamkan di kepala. Langsung letakkan atau rapikan apapun pada tempatnya kalau nggak mau capek merapikan belakangan.

Dedicate a good playlist. Kalau lagi mau membereskan sesuatu yang besar (misal: bongkar isi lemari, susun ulang isi rak, dll), saya pasti langsung pasang playlist yang berisi lagu-lagu kesukaan untuk didengarkan sembari kerja. Pokoknya biar pekerjaan itu nggak terasa seperti beban.

Ask questions before getting new things. Again, semakin banyak barang yang kita punya, semakin banyak juga hal yang harus dibereskan. Karena itu, tiap mau membeli sesuatu, tanya diri sendiri: penting nggak barang ini dibeli? Mau diletakkan di mana? Saya bisa merawatnya nggak? Is it worth my money and my time?

Try organization challenges. Kalau cek Pinterest, banyak banget challenges untuk membereskan atau declutter isi rumah. Or life in general. Saya pernah ngikutin sekali dan membantu banget untuk staying organized.

Make deadlines. Biar konsisten, pasang deadline: pokoknya minggu ini isi lemari baju harus rapi. Atau, kotak masuk e-mail saya sudah bersih dari spam atau junk setelah perjalanan membosankan ini usai.

Reward yourself. Ini penting banget, since you’ve done a great job! Apalagi kalau pekerjaannya membereskan sesuatu yang besar. Tentunya menguras tenaga banget, kan. You can always treat yourself with anything you love: binge-watching, self-pampering, atau sesederhana tidur.

 

Supaya lebih semangat dalam menata hidup, here I share a free 2019 printable calendar—made by yours truly! Take it as a new year gift from me, specially made for my beloved readers. Terima kasih sudah menjadi bagian yang penting dalam perjalanan blog ini! Semoga tahun ini menjadi tahun terbaik!

(Please let me know what you think about the calendar and share to me if you really use it!)


Image credits: Daria Shevtsova from Pexels

Sign-up to my bi-weekly newsletter (coming soon!) here, or follow me via Bloglovin here. Get your free 2019 printable calendar here!