Choosing a Blog Niche: What You Should Blog About

Choosing a Blog Niche: What You Should Blog About

Can we all agree on this: picking a main topic for your blog is HARD.

Apalagi saat pertama kali membuat blog. Awalnya, sih, iseng atau semangat untuk bikin. Tapi setelah itu baru mikir, “Eh, ini gue mau bikin kayak gimana, ya, enaknya?”. Atau, setelah sekian lama ngeblog tanpa juntrungan, baru kepikiran, “Blog ini mau dibawa ke mana, ya? Isinya campur aduk begini.” Been there, done that. Saya juga sempat lama banget untuk mencari jati diri blog ini.

 Credit: rawpixel.com from Pexels

Credit: rawpixel.com from Pexels

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, By Ruthie dimulai sebagai sebuah online journal—yang isinya tentu random bak buku-buku diari anak sekolahan. Berantakan banget, saya pun ogah membacanya. Namanya My Story So Far, tapi di dalamnya banyak hal yang bahkan di luar cerita hidup saya, seperti tulisan-tulisan bekas penugasan kuliah dan resensi-resensi buku atau film. Setelah berbagai pertimbangan dari pengalaman blogging dan hasil blogwalking sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk memilih lifestyle sebagai niche blog ini. Alasannya, sebagai blog personal yang isinya akan terus lekat dengan cerita-cerita pengalaman hidup personal saya, By Ruthie tentunya nggak akan bisa lepas dari topik seputar gaya hidup. Lewat blog ini, saya sudah berbagi banyak hal, mulai dari kiat traveling, review produk kecantikan, rekomendasi hiburan, sampai obrolan soal personal development. And I love writing about those things!

Selama ini saya juga suka blogwalking ke blog-blog bertema lifestyle dan most of my favorite blogs are lifestyle blogs—meskipun fokus pendalamannya berbeda. Saya selalu senang mengunjungi blog-blog bertema lifestyle karena saya dapat menemukan banyak tips dan cerita personal mengenai kehidupan penulisnya dari berbagai aspek yang dibagikan. Selain itu, saya pun suka blog-blog ber-niche travel, beauty, dan life-organization karena basically masih berhubungan dengan lifestyle tapi lebih fokus lagi topiknya. Traveling, beauty, and life-organization are indeed the things that I always into and currently try to delve into. Jadi dengan tema lifestyle, intinya saya pun ingin agar blog ini bisa terus mendekatkan diri saya dengan pembaca di luar sana dan terus menjadi hal yang menyenangkan untuk saya tulis (juga baca!).

Why You Have to Choose a Blog Niche

Bayangkan blogmu adalah sebuah pusat perbelanjaan: apakah itu adalah pasar kaget, supermarket, atau toko butik yang menjual barang bertema tertentu? Terbayang nggak, sih, pusingnya masuk pasar kaget—di mana semuanya ada, tapi kita nggak tahu apa yang mau dicari karena lapaknya nggak beraturan? Atau nyamannya masuk supermarket yang menawarkan berbagai barang tapi dikurasi ketat dan dikategorikan secara baik, dan toko butik yang menawarkan barang tematik (misalnya kosmetik saja atau perlengkapan olahraga saja).

So that’s the reason why you shouldn’t blog about everything. Kalau memang ingin blogmu menarik pembaca, persempit bahasan dan angkat tema besar yang bisa kamu dalami lewat tulisanmu. Jangan sampai pembaca merasa bingung dan seperti nyasar di antara kumpulan tulisan nggak berfaedah dan tanpa juntrungan. Blog bertema juga tentunya akan membuat pembaca yakin untuk berkunjung karena menganggap penulisnya sudah cukup berpengalaman dalam membahas tema tersebut. Jika kepingin menjamah berbagai topik, tinggal kaitkan topik tersebut dengan tema besar blog. Lagipula, tidak ada salahnya, kan, untuk sesekali menulis di luar tema agar tidak bosan?

 Credit:  rawpixel.com

Credit: rawpixel.com

What You Should Blog About

Sesuatu yang disukai. Ini adalah trik yang paling gampang untuk mencari tema blogmu. Cari tahu: apa hobimu, apa hal yang kamu sukai, apa yang menarik buatmu? And it can be anything: art, self-development, food, gardening, relationship… you name it! Menulis sesuatu yang disukai akan memudahkan nantinya karena kita memang senang membahasnya dan tahu banyak soal topik tersebut. Lebih menyenangkan lagi kalau sudah bertemu dengan pembaca berselera serupa!

Sesuatu yang menjadi passion hidup. Seringkali ini beda tipis dengan hal yang disukai. Tapi passion ini lebih kepada sesuatu yang membangkitkan gairah atau semangat hidup. Something that you would do anything to do it. Banyak blog bertema blogging yang datang dari penulis-penulis yang memang passionate di bidang itu. Saya juga punya blog favorit bertema personal development dari seorang yang memiliki passion di bidang life organization.

Sesuatu yang dikuasai. This is the time to show your real talent and experience. Merasa menguasai bullet-journaling? Punya banyak pengalaman traveling? Suka menulis puisi? Pernah mengalami sesuatu dan melakukan banyak hal untuk itu? Buatlah wadah khusus untukmu berbagi soal itu kepada banyak pembaca! Tulisan yang dibekali banyak pengetahuan dan pengalaman tentunya akan mudah membangun kepercayaan pembaca, serta menjaring banyak interest.

Sesuatu yang baru. Mungkin ada ide yang berbeda untuk ditulis, yang belum pernah atau masih sedikit dibahas oleh orang lain? It’s true, rasanya tidak mungkin untuk menemukan topik yang benar-benar baru. Tapi tidak semua orang berpikir detail dan mendalam soal topik-topik tersebut. Semisal, mungkin ada banyak blog bertema travel di luar sana, tapi 12hrs.net membahas yang hampir tak terjamah banyak travel blogger—kiat traveling 12 jam di berbagai kota di dunia. Kalau ingin menulis sesuatu yang baru, coba persempit topik yang disenangi atau dikuasai dan pilih topik yang setidaknya masih jarang dibahas.

Sesuatu yang berpotensi menguntungkan. Menurut Blogging.org, blogging, review produk, hiburan dan politik, kesehatan, dan finansial adalah beberapa tema yang kekinian sangat berpotensi memberikan profit. Tepatnya menguntungkan dari segi profit Google AdSense dan affiliate marketing. Mungkin bagi yang benar-benar ingin berpenghasilan penuh dan menjanjikan dari blog bisa mencoba tema-tema itu. But for me personally, blogging isn’t just about the money.

Sesuatu yang akan dibaca. Nah, ini yang paling penting. Pada intinya, apapun tema yang dipilih semestinya adalah sesuatu yang akan mau kita baca juga. Karena kalau kita juga tidak tertarik untuk membaca tulisan kita, mengapa orang lain pun harus tertarik membacanya? Dan tentunya akan lebih sulit menulis hal yang tidak menarik buat kita.


What’s your favorite niche for a blog?

Sign-up to my bi-weekly newsletter (coming soon!) here, or follow me via Bloglovin here.