What It's Like to Be a Sagittarius

What It's Like to Be a Sagittarius

Sesungguhnya tak pernah terpikir oleh saya untuk menulis tentang zodiak.

Jadi untuk #BPN30DayChallenge2018 kali ini topiknya adalah zodiak dan kepribadian. And for me it’s a real struggle to write about it simply karena saya orangnya jarang banget ngikutin horoskop dan sesungguhnya nggak pernah cari tahu lebih dalam soal zodiak saya. What I know is I’m a Sagittarian and that’s it. Soalnya selama ini saya merasa zodiak nggak ada pengaruhnya dalam hidup saya, plus saya juga nggak pernah percaya sama yang namanya horoskop. But, everyday is a challenge, right?

Saat googling soal Sagittarius dan baca berbagai sumber soal kepribadian khasnya, saya sejujurnya cukup amazed karena banyak hal yang sesuai dengan saya. Saking banyaknya yang saya bisa relate, I couldn’t stop screaming “OMG YES” like a crazy-head. Dari bermacam personality traits yang saya baca dan dapatkan di Astrology.com dan Thought Catalog, I now can see the Sagittarius in me. Nggak heran saya seringkali mendengar orang-orang me-refer dirinya dengan personality traits zodiaknya. Serunya lagi, saya jadi bisa mengenal kepribadian diri. So, what it’s like to be a Sag?

PPGC6315[1].JPG

Being a Sagittarius

A know-it-all. Katanya Sagittarian itu suka banget sama yang namanya pengetahuan dan informasi baru in general. Pada dasarnya orang-orang berzodiak Sagittarius itu punya rasa keingintahuan yang tinggi dan pemikiran yang terbuka untuk hal-hal baru. Saya pun memang merasa bahwa I have some kind of curious nature (tapi nggak termasuk kepo-in urusan orang lain, ya). Dari kecil saya udah sering penasaran akan banyak hal, makanya saya dibelikan banyak buku pengetahuan. Sampai sekarang saya pun sering mengandalkan Google untuk mencari tahu hal-hal random yang terlintas di kepala.

Tapi, karena merasa tahu banyak hal, Sagittarian seringkali malah jadi a snob dan a preachy know-it-all. Suka banget sharing soal pengetahuannya, tapi suka nggak sadar kalau terlalu bacot soal itu. Soalnya, jika seorang Sagittarian sangat antusias dengan informasi baru yang didapat atau pemikiran baru yang menginspirasi, pasti dia nggak bakal bisa berhenti membicarakannya. Itu juga yang menjadi sisi buruk saya, seringkali merasa sok tahu akan banyak hal and don’t know how to stop talking! Jadi banyak omong untuk hal-hal yang notabene menarik hanya bagi saya.

An adventurer at heart. Sudah jadi ciri khas utama Sagittarian sebagai orang yang hidupnya penuh dengan new adventure and exploration. Buat seorang Sagittarian, hidup itu harus benar-benar hidup—”live life to the fullest” ceunah. Kesukaannya adalah mencoba pengalaman-pengalaman baru, menjelajahi tempat-tempat baru, dan mengenal hal-hal baru. And I see something like that in me. Meski cenderung penakut dan pemalu, tapi saya sebenarnya sangat penasaran akan banyak hal dan selalu gatal ingin mencoba sesuatu yang baru. When it comes to traveling juga saya memang selalu prefer menjelajah, mengenal, dan mencoba hal-hal baru.

A liberated one. Karena hidupnya penuh dengan new experiences, bukan hal yang mengherankan kalau Sagittarian is known as a liberated individual. Sagittarian sejati bukanlah orang yang mau ditundukkan kebiasaan sosial dan pemikiran yang kuno dan tabu. To be honest, hal inilah yang sering membuat saya berselisih pandangan dengan orangtua saya, hehe. Saya memang orangnya paling nggak mau dikekang dan paling cepat memprotes pemikiran-pemikiran basi semacam “perempuan harus bisa masak”, “anak laki-laki nggak boleh main boneka”, dan sebagainya.

LGNS6503[1].JPG

A fun-package. Sagittarian dan kepribadian khasnya yang selalu “up for a new experience” kerap dianggap sebagai sosok yang asyik dan seru untuk hang out and enjoy a good time. Saya bukannya ngaku-ngaku punya kepribadian yang demikian, but I think there’s something in me yang membuat teman-teman saya selalu menjadikan saya someone they would go to when it comes to trying out new things or something crazy. Atau misalnya sekadar untuk cerita hal-hal konyol atau lucu, intinya untuk have fun.

But as fun a Sagittarian is, it’s a roller-coaster kinda thing. Buat yang punya orang terdekat berzodiak Sagittarius pasti ngerasain, bagaimana menyenangkannya seorang Sagittarian kalau lagi happy dan frustrating-nya dia kalau lagi banyak masalah. Saya soalnya seringkali merasa begitu kalau lagi at my lowest point, orang-orang terdekat saya jadi seperti overwhelmed menghadapi saya.

A passionate person. Dalam relationship dan pekerjaan, a Sagittarian is usually down for pretty much anything. Selalu menganggap orang-orang terdekatnya spesial dan akan melakukan apapun untuk mereka—pokoknya as long as they’re happy. Begitu juga dalam pekerjaan, selalu totalitas ketika diberi tanggungjawab atau tugas. Apalagi kalau pekerjaannya sesuai bidang yang ia sukai dan tekuni. Hal itulah yang saya miliki juga dalam diri. Paling senang membuat orang-orang terdekat saya merasa senang dan spesial. Will go overboard with gifts and surprises, always try to be with them in hard times. Dalam tanggungjawab tugas atau pekerjaan, saya juga cenderung all out dan berdedikasi untuk itu.

Tapi karena terlalu passionate dengan orang-orang terdekat, terkadang saya jadi menuntut hal yang sama dari mereka. Saya cenderung baper kalau saya bukan orang pertama yang jadi tempat curhat atau pelarian mereka, or simply anything yang membuat saya merasa bukan jadi sosok yang spesial di mata mereka. Saya juga cenderung feel hurt kalau pekerjaan atau tanggungjawab yang saya lakukan setotalitas mungkin nggak begitu dianggap spesial. Padahal, nggak boleh pamrih begitu, ya?

A tasteful soul. Sepertinya udah bisa ditebak, ya, betapa cocoknya ini dengan saya: can’t say no to something aesthetically pleasing. Kalau kata Thought Catalog, Sagittarian itu kalau punya rumah pasti “fairly minimal, simple, and tasteful—with a great eye for one or two pieces”. Dan ini benar banget, apalagi kalau mengacu ke kamar tidur saya yang sekarang. Nggak hanya untuk living space saja, ini juga berlaku untuk banyak hal, including my online space: feed di Instagram dan desain blog ini, misalnya. Kalau saya secara pribadi memang sangat perfeksionis soal itu. Mungkin karena ditambah saya orangnya visual banget.

Selain itu, Sagittarian juga dikenal atas kecintaannya terhadap hal-hal dengan personal touch. Jadi meski sangat perfeksionis soal estetika penampilan apapun, saya juga suka menyelipkan hal-hal personal di dalamnya. Selagi memasuki bulan kelahiran saya (hehe), sedikit bocoran: saya selalu suka hadiah yang personal. Pretty much anything would make me happy, yang penting ada sentuhan atau cerita personal di baliknya. I even love surprises in general, karena biasanya kejutan, kan, sangat personal.


What does your zodiac sign say about you?

Sign-up to my bi-weekly newsletter (coming soon!) here, or follow me via Bloglovin here.