Exploring Gorontalo: Half of My Heart is in Pulo Cinta

 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia

Kalau scrolling through Instagram dan Facebook, pasti dengan mudahnya akan menemukan foto-foto liburan di destinasi-destinasi mainstream dan sudah jadi impian semua orang, seperti Bali, Santorini, London, atau Paris. Segala sisi dan sudut dari destinasi-destinasi itu sudah dikupas habis. Tapi coba search soal rekomendasi destinasi wisata di Gorontalo, Sulawesi... you wouldn't find that much.

Ketika saya diminta untuk meliput kegiatan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli di Gorontalo (peresmian infrastruktur dan objek wisata baru) pada 2016 lalu, saya sedikit membatin kecewa. Pikir saya, "Gorontalo, mah, nggak seru. Apa coba yang bagus di situ?". Soalnya waktu dipanggil koordinator liputan untuk diberi tugas ke luar kota, saya sempat senang banget karena ngebayangin bisa kerja sambil sedikit 'liburan'.

Bahkan sampai saya mendarat di Bandara Jalaluddin Gorontalo (to be honest, this is the smallest airport that I've ever been to!), saya masih nggak begitu excited dengan perjalanan saya ke kota itu. Tapi, setidaknya Gorontalo menyambut hangat kedatangan saya (apa karena saya ikut rombongan Pak Menteri, ya?). Anyway, people in Gorontalo are really the kindest!

 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia
 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia
 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia

Pada dasarnya Pulo Cinta adalah sebuah eco resort di Kabupaten Boalemo, tepatnya mengapung di perairan Teluk Tomini, Gorontalo. Nama "Pulo Cinta" mungkin terdengar menggelikan—believe me, most of my friends either laughed or exclaimed a high-pitched "awww" when they heard the name. Tapi objek wisata terbaru Gorontalo ini dinamai demikian karena pulau resornya memang berbentuk seperti simbol hati (awwww!). Gunakan kamera dan drone jika ingin melihat jelas bentuknya!

Dari Bandara Jalaluddin, saya dan rombongan ke Kabupaten Boalemo menggunakan mobil. Dalam perjalanan ini kami menyusuri Kota Gorontalo, yang daerahnya terbilang tak begitu padat penduduk dan cenderung banyak lahan kosong serta hutan. Saya menikmati banget perjalanan ini karena saya jadi berkesempatan untuk menyegarkan pandangan dan pikiran dari kepadatan dan polusi Kota Jakarta.

Setelah menginap semalam di sebuah penginapan kecil di daerah Boalemo (I forgot the name), keesokan paginya kami naik mobil lagi ke Pelabuhan Tilamutu. Dari pelabuhan, kami naik kapal feri ke Pulo Cinta. Perjalanan feri ini menurut saya jauh lebih nyaman dari perjalanan feri Muara Angke - Kepulauan Seribu.

Sampai di Pulo Cinta, kami disambut pemandangan resor yang luar biasa. Thank God cuaca hari itu cerah banget, jadi saya bisa menikmati penampakan air laut toska yang bening dan berkilau karena cahaya matahari. Pulo Cinta Eco Resort dibangun tepat di atas pulau berbentuk hati yang saking kecilnya terlihat kayak sekadar gundukan pasir di tengah laut. Nggak heran kalau pemandangan utama di sana adalah laut. Anyway, pulaunya memiliki pasir putih yang halus.

 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia
 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia
 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia

Pulo Cinta Eco Resort merupakan bagian dari proyek infrastruktur 2015 Kabupaten Boalemo yang diresmikan mantan Menko Rizal Ramli saat itu. Meski dioperasikan pihak swasta, Pulo Cinta didukung pembangunannya oleh pemda setempat. Jika dilihat dari struktur bangunannya, Pulo Cinta banyak menggunakan kayu dan bambu, jadi resor ini  terlihat sederhana dan eksotis. Tapi, kalau sudah memasuki salah satu dari 15 vilanya, you'll find something even so luxurious!

Saya sebut "mewah" karena di tiap vila ada ranjang super king, built-in audio system, flat screen TV 40 inci dengan layanan siaran berlangganan, Wi-Fi, dan private sundeck! Interior lainnya juga bernilai seni tinggi sebab banyak furniturnya merupakan karya pengrajin lokal dan diterbangkan dari Bali. I think every corner of the village is just so photogenic that I would really like to extend my stay there and took pictures all day.

Aktivitas yang paling direkomendasikan di Pulo Cinta adalah snorkeling. Melakukannya semudah nyemplung langsung dari vila tempat menginap. Perairan sekitar resor memang nggak begitu dalam—mengingat masih daerah pesisir pantai—dan pemandangan terumbu karang di dalamnya wajib untuk dilihat. Kalau saya, karena nggak bawa baju yang layak, akhirnya memilih untuk bersantai sambil ngetik berita (tetep kerja, huft!) di sundeck vila, where the bean bags and hammock are.

Sebenarnya tanpa beraktivitas juga, menghabiskan waktu di Pulo Cinta sudah nikmat. Pemandangan bagus ada, fasilitas lengkap ada, suasana syahdu ada, makanan enak ada... bahkan buat saya yang di sana untuk bekerja saja sudah sangat nyaman! Pengalaman menginap saya selama semalam di sana pun menyenangkan. Bayangkan bisa tidur di ranjang yang empuk dan nyaman, sembari 'dininabobokan' angin malam sepoi dan suara gemericik air laut.

Untuk diketahui, mengingat Pulo Cinta lokasinya isolated di tengah laut, things can get pretty limited. Artinya: nggak bisa jajan atau beli kebutuhan mendadak (tidak ada warung), nggak bisa pakai air bersih seenaknya (persediaan terbatas), nggak bisa pakai listrik seenaknya (sering mati listrik). Yang lucu adalah selama di mainland Gorontalo, sinyal sulit didapat, tapi di Pulo Cinta (juga selama naik kapal feri menjauhi daratan Gorontalo) indikator sinyal malah penuh!

 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia
 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia
 Jelajah Gorontalo bersama Skyscanner dan Garuda Indonesia

Menurut pemiliknya, Pulo Cinta dirancang dan dibangun untuk jadi honeymoon destination. Konsepnya meminjam dari resor wisata mewah di Maladewa. Mantan Menko Rizal Ramli pun sempat mengatakan bahwa Pulo Cinta mengingatkannya pada Maladewa dan bahkan menjulukinya sebagai "Maldives van Gorontalo"

Saya juga setuju kalau Pulo Cinta cocok banget jadi destinasi bulan madu. Soalnya tiap vilanya diposisikan secara khusus untuk bisa mendapatkan pemandangan bagus yang romantis, terutama saat sunrise, sunset, dan malam hari (trust me, the sky is REALLY full of stars!). Jadi untuk pasangan-pasangan romantis, harus coba menginap atau seenggaknya berkunjung ke Pulo Cinta. Tapi sebenarnya tempat ini pun sah-sah saja dikunjungi bersama your favorite girl/boy squad.

Long story short, yang tadinya setengah hati sama perjalanan ke Gorontalo ini, saya malah jadi jatuh hati sepenuhnya—terutama sama Pulo Cinta. Half of my heart has been in the heart-shaped island ever since! Dan saya merekomendasikan sekali tempat ini untuk jadi one of your must-visit destination di Gorontalo atau Sulawesi secara keseluruhan!

How I Got to Pulo Cinta

Untuk ke Pulo Cinta, saya memulai perjalanan dari Jakarta dan ambil penerbangan transit ke Gorontalo (transit di Makassar, Sulawesi Selatan). Perjalanan udara memakan waktu kurang lebih tiga jam. Dari Bandara Jalaluddin Gorontalo, saya lalu menempuh dua jam perjalanan mobil ke Pelabuhan Tilamutu, Kabupaten Boalemo. Dari pelabuhan, tinggal naik kapal feri sekitar 25 menit ke Pulo Cinta. Jadi total waktu perjalanan Jakarta - Pulo Cinta adalah sekitar lima jam 25 menit.

Seluruh perjalanan udara saya untuk pergi ke Gorontalo dan pulang ke Jakarta dipercayakan pada Garuda Indonesia. And, as always, Garuda Indonesia never fails me! Harga tiket pesawat Garuda Indonesia memang selalu worth it dengan flying experience yang didapat. Tapi, kalau mau dapat harga tiket pesawat yang lebih worth it lagi—terutama untuk perjalananmu ke Pulo Cinta—harus coba pesan lewat Skyscanner.

 Menggunakan Skyscanner untuk jelajah Nusantara
 Menggunakan Skyscanner untuk jelajah Nusantara

If you ask me seberapa sering saya menggunakan Skyscanner untuk merencanakan perjalanan saya: ALWAYS. Jujur saja, saya bahkan nggak pernah pede pesan tiket pesawat tanpa setidaknya 'konsultasi' dulu ke Skyscanner. What can I say, Skyscanner memang selalu jadi referensi saya untuk cari tiket pesawat dan rekomendasi destinasi dengan harga terbaik. Apalagi Skyscanner juga hadir dalam bentuk aplikasi di smartphone, jadi makin memudahkan!

Bicara traveling, saya memang masih terbilang cupu dalam mengeksplor Nusantara—jam terbang domestik saya masih sangat sedikit. But when I do, saya selalu pilih untuk terbang dengan one of my favorite airlines, Garuda Indonesia, dan pesan tiket pesawat melalui Skyscanner. Caranya mudah, kalau lewat aplikasi tinggal pilih Tiket Pesawat > pilih Pulang-Pergi > pilih Jakarta pada kolom Dari dan Gorontalo pada kolom Ke > masukkan tanggal pergi dan pulang > tekan Selesai.

Untuk mendapatkan tiket pesawat Garuda Indonesia dengan harga terbaik, tinggal tekan Filter > buka tab Maskapai > pilih Garuda Indonesia. Tapi, sekarang sudah bisa, lho, mendapatkan tiket pesawat Garuda dengan harga promo secara langsung di Skyscanner. Caranya tinggal cek di laman Skyscanner pada tautan ini. Kalau nggak mau repot tapi nggak mau ketinggalan promo, tinggal langganan newsletter-nya saja atau manfaatkan layanan fitur Info Harga di aplikasi Skyscanner.

 Menggunakan Skyscanner untuk jelajah Nusantara

So, lesson learned: jangan pernah meremehkan wisata dalam negeri. Saya yang awalnya meremehkan perjalanan ke Gorontalo ini sekarang jadi bangga sudah pernah menginjakkan kaki di provinsi dan kota tersebut. Apalagi menjadi satu dari orang-orang pertama yang menikmati the "Maldives van Gorontalo" di hari peresmiannya. Soalnya selama ini saya selalu underestimate sama yang namanya berwisata dalam negeri. Selain karena tiket penerbangan domestik cenderung lebih mahal, menurut saya wisata Indonesia juga masih kalah pamor dengan luar negeri. But, yes, I was TOTALLY wrong!

Sejak saat itu, saya mulai membuka diri untuk menjelajah lebih banyak lagi tempat-tempat di Indonesia. Saya pun sudah mulai membuat wish-list dan merencanakan perjalanan ke beberapa must-visit destinations dalam negeri menggunakan Skyscanner, supaya lebih siap dan mudah untuk menjelajahi Nusantara ini.

 

Adakah destinasi Nusantara yang bisa kamu rekomendasikan untuk saya jelajahi dalam waktu dekat ini?


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner. Namun, segala opini di dalamnya adalah berdasarkan pendapat pribadi saya.