Easy and Cheap Properties for Blog Photography

Easy and Cheap Properties for Blog Photography

Menurut saya, foto dan ilustrasi adalah termasuk beberapa hal yang paling penting dalam sebuah blog. Kalau nggak ada itu, rasanya bakal hampa banget karena blog jadi hanya berisi tulisan dan membosankan.

Karena itu, saya selalu memperhatikan foto dan ilustrasi yang ada dalam blog saya—baik dari cara pengambilan foto, pemilihan gambar, sampai penempatannya di dalam artikel. As a visual person, saya ingin penampilan estetik blog saya selalu terkurasi. Ketika memutuskan untuk serius menggarap blog ini, saya mulai belajar secara otodidak soal blog photography dan mencontoh teknik-teknik fotografi dari banyak blogger dan Instagrammer yang feed-nya artsy dan aesthetic. Dari merekalah saya mengenal flat-lay photography dan teknik styling menggunakan properti.

Untuk membuat foto terlihat sophisticated dan nyeni kayak mereka, ternyata nggak butuh pengetahuan selevel ahli fotografi dan merogoh kocek terlalu dalam. Bahkan, you don't have to dedicate too much effort on that! Banyak ide properti dan dekorasi untuk blog photography yang bisa didapat sesimpel dari perintilan yang ada di rumah, atau membelinya secara murah.

 Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Bunga

Pastinya sering ngeliat foto-foto sophisticated di Instagram yang di-style menggunakan bunga. It can be real-life flowers or artificial flowers. Yang saya sukai dari bunga adalah efek anggun yang diberikan. Bunga juga merupakan properti yang kaya warna, sehingga mau dipasangkan dengan latar monokrom, hasil fotonya nggak membosankan dan tetap vibrant. Nggak cuma bunga, jenis dedaunan juga bagus jadi properti foto. Personally, saya suka warna hijau daun yang ngebuat foto terkesan hangat dan natural. Daun atau bunga kering juga bagus untuk foto-foto gaya vintage!

Untuk foto, saya biasanya meminjam artificial flowers yang dipajang di rumah. Beberapa juga ada yang dibeli, biasanya di Ace Hardware, supermarket, atau toko bunga online (I recommend Flower Bee). Saya lebih sering menggunakan artificial flowers karena lebih bisa disimpan untuk digunakan ulang. Kalau pakai bunga hidup biasanya memang yang kebetulan jatuh atau bekas bouquet.

Majalah/koran bekas

Lembaran dengan tulisan atau gambar akan membuat foto lebih elegan dan sophisticated. Tapi, nggak perlu beli banyak majalah atau koran baru untuk ini. Simply reuse the ones you already have! Majalah bisa membuat foto lebih vibrant karena dalam halamannya ada tulisan dan gambar. Glossy papers-nya juga ngebikin foto lebih kaya tekstur, jadi nggak kelihatan flat. Koran lebih ngebuat foto terlihat klasik dan antik karena warna lembarannya yang off-white atau kekuningan. Lembarannya yang penuh tulisan juga membuat foto monokrom atau minimalis semakin menarik.

Invest yourself with old-yet-photogenic magazines or newspapers! Untuk majalah, biasanya saya pakai yang ada saja, dan kebanyakan dalam versi bahasa Indonesia atau Inggris. Tapi, kalau koran, saya prefer menggunakan yang edisi bahasa asing. It's because I just don't want people (in my case refers to my main readers in Indonesia) to lose their focus and ends up reading the paper (especially saat saya pakai koran berbahasa Indonesia sebagai background objek close-up photo). Lagipula, menurut saya, koran-koran berbahasa asing itu lebih fotogenik, terutama yang tulisannya non-latin, seperti Jepang, Korea, Thailand, dll.

Kain

Ini adalah properti blog photography termudah! Kain memang multifungsi: selain bisa digunakan sesuai fungsinya, di dunia fotografi kain bisa menjadi some fancy property or background! Bisa digelar begitu saja sebagai latar foto atau diposisikan sedemikian rupa sebagai properti foto. Kuncinya tinggal pilih-pilih kain mana yang cocok untuk dijadikan demikian: mau kain berwarna dan polos, bermotif, atau bertekstur. Kalian bisa menggunakan banyak kain, mulai dari seprai, selimut, serbet, baju, hingga handuk!

Kain yang paling sering saya gunakan adalah pakaian. Mudah, tinggal pilih motif atau mana yang sekiranya cocok dengan objek foto saya. Nggak hanya baju atasan, berbagai jenis bawahan juga oke banget untuk jadi properti atau latar foto, terutama celana jins. Jika ingin membuat foto ber-mood hangat dan elegan, atau sekadar ingin membuat foto kaya tekstur, kalian bisa menggunakan knit sweater atau apapun yang berbahan wool dan knit. Untuk latar foto, saya biasanya setia dengan bed sheet putih dan selimut knit abu-abu di tempat tidur.

ART SUPPLIES

Kalau bongkar-bongkar lemari, pasti beberapa dari kalian nggak jarang nemuin perkakas-perkakas keterampilan prakarya zaman sekolah dulu. Prakarya zaman sekolah biasanya nggak jauh-jauh dari aksesoris seperti payet dan manik-manik. Nah, daripada dibuang, payet atau manik-manik seperti itu bisa, lho, dibuat properti foto. Simply sprinkle it all! Taburkan secukupnya di spot-spot yang sekiranya bisa menambah estetika foto. Biasanya saya suka iseng menambahkan taburan payet dan manik-manik di foto-foto monokrom saya buat menambahkan warna sedikit aja. Jadi, hasil foto terlihat manis.

Buku

Properti buku cocok untuk banyak objek foto. Beragamnya jenis buku juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan foto, semisal pilih buku yang padat tulisan (novel, dll) untuk tampilan lebih minimalis atau monokrom, yang padat warna (buku anak-anak, dll) untuk tampilan lebih vibrant, yang sudah tua (buku usang, sedikit lapuk) untuk tampilan lebih vintage). Tidak hanya bagian dalamnya, buku juga biasa ditonjolkan bagian sampulnya. Untuk foto-foto bertema minimalis seperti yang saya gemari, biasanya buku-buku bersampul putih akan cocok.

 Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Gadget

Handphone, laptop, tablet, music player, dan gawai jenis apapun juga bisa jadi properti foto yang kece. Perlengkapannya pun—earphone, misalnya—akan jadi penambah kesan modern dan sophisticated pada foto. I personally think that semua gawai keluaran Apple sangat oke untuk jadi properti foto karena memang desain produknya yang sleek dan elegan. Tapi basically semua gadget akan jadi pelengkap foto yang bagus jika bisa melihat sisi estetik gawai tersebut.

Makeup

Untuk yang into produk-produk kecantikan seperti saya, ini juga properti foto yang cukup mudah didapat dan digunakan. Tinggal gunakan koleksi yang saya punya! Biasanya saya akan sesuaikan produk-produk yang saya gunakan dengan mood foto atau color palette objek foto saya. Misalnya, objek foto saya mostly bertema serba pink, maka saya akan memilih produk-produk kecantikan yang packaging-nya senada—misalnya putih, krem, emas, merah, atau merah jambu.

Karena sering menjadikan produk kecantikan untuk properti foto, saya mulai mengoleksi produk-produk yang memiliki kemasan fotogenik. Kalau ada produk yang sudah habis tapi bagus untuk difoto pun kemasannya akan tetap saya simpan. Produk-produk yang ber-packaging fotogenik itu biasanya parfum, micellar water, serum, face oil—basically yang cenderung berkemasan tembus pandang, terbuat dari kaca, dan desainnya minimalis.

 Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Sebenarnya you can use anything fancy or Instagrammable. Semisal, bungkus paket yang berdesain bagus, talenan (believe me, wooden cutting boards are great!), piring, bantal, printed photos, polaroids, dll. Literally anything! Just use your creativity! Intinya, jangan cepat-cepat menganggap itu semua remeh dan sekadar sampah. Ini juga melatih mata agar lebih bisa jeli untuk melihat nilai estetika suatu objek dan otak agar bisa berpikir kreatif—dua hal yang dibutuhkan dalam seni fotografi. Prinsip yang harus ada dan ditanam di kepala adalah: “Kalau bagus, kenapa enggak?”.

Sign-up to my bi-weekly newsletter (coming soon!) here, or follow me via Bloglovin here.